Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tidak menghitung risiko: yang membuat mental trader ambruk


Trading forex adalah soal melindungi modal agar tidak terkuras.

Jika tidak menggunakan laverage, maka soal risiko tidak terlalu ketat, tapi jika trading menggunakan laverage maka risiko adalah hal utama yang harus diperhatikan.

Jika hanya fokus kepada profit, maka akan memicu trader untuk open posisi dengan volume (lot ) besar agar keuntungan juga besar.

Masalahnya, jika trading menggunakan laverage, maka bukan hanya keuntungannya saja yang besar, tapi risikonya juga besar.

Modal Anda hanyalah sebagai jaminan untuk menahan kerugian saat posisi Anda floating loss.

Saat kerugian besar, maka secara naluriah akan menyebabkan trader membuka posisi berdasarkan balas dendam.

Hal itu sangat buruk karena keputusan yang diambil berdasarkan emosi, bukan akal sehat.

Semua akan berbeda jika menggunakan pendekatan meminimalisir risiko.

Setiap kali akan membuka posisi, hitung dulu berapa maksimal risiko yang dapat Anda toleransi. Lalu sesuaikan volume trading Anda.

Perlu diingat bahwa seriap analisa memiliki dua kemungkinan, yaitu kemungkinan benar dan salah.

Dengan mengetahui sejak awal jumlah yang akan hilang jika analisa salah, maka kondisi mental Anda akan lebih sehat.

Tidak ada satu trader pun di dunia ini yang bisa menganalisa dengan ketepatan 100%. Buktinya, setiap trader pernah loss. Bahkan sekelas George Soros pun pernah salah dalam menganalisa.

Jadi tips praktisnya adalah hitung risiko sebelum membuka posisi.


Jika Anda menemukan hal penting yang belum saya tulis, silahkan ingatkan di kolom komentar, saya akan menambahkannya.

Post a Comment for "Tidak menghitung risiko: yang membuat mental trader ambruk"