Skip to main content

Trading bukan tentang kecerdasan mental!

Trading bukan tentang kecerdasan mental!

Banyak orang berpikir bahwa trading forex itu njlimet dan harus memahami berbagai macam indikator teknis dan indikator ekonomi.

Lalu belajar bagaimana mengidentifikasi tren secara teknis dan secara fundamental.

Mereka berpikir itulah yang paling penting dalam trading forex.

Tidak salah memang, tapi saya kurang sependapat.

Coba perhatikan, berapa banyak trader yang menguasai itu semua, tapi tetap tidak bisa profit konsisten dalam trading?

Atau jangan-jangan Anda salah satunya…???

Jika iya, maka Anda sama seperti saya, termasuk yang begitu. Saya bisa menganalisis chart baik menggunakan maupun tanpa indikator. Dan analisis saya sering kali benar.

Tapi, selama 9 tahun saya tidak bisa profit secara konsisten.

Bisa dibilang, tidak pernah mendapatkan uang dari forex, bahkan sekedar uang jajan sekalipun.

Barulah setelah saya mendapatkan pelajaran penting yang akan saya tulis ini, saya baru bisa merasakan profit dari trading forex.

Lalu dimana masalahnya?

Perhatikan ini, banyak trader mempelajari hanya method dan money management, tapi tidak belajar tentang mindset trader yang benar.

Mindset yang benar akan membuat kecerdasan emosional Anda meningkat saat trading forex.

Jadi, menurut saya, berdasarkan pengalaman, dalam trading forex… Kecerdasan emosional lebih penting dari pada kecerdasan mental.

Bagaimana kecerdasan emosional mempengaruhi performa trading?

Oke, kita ambil sebuah contoh.

Anda menganalisa sebuah pair dengan hati-hati berdasarkan suatu sistem. Analisa Anda kali ini memberi keputusan Buy. Dan Anda profit.

Berikutnya, Anda menganalisa pair yang sama dengan sistem yang sama. Keputusannya adalah Sell. Kali kmi Anda loss.

Lalu apa berikutnya?

Anda akan mengganti sistem trading!!!

Ini yang dilakukan trader newbie. Ketika sekali atau dua kali sistem mereka memberikan loss trade, maka mereka mengubah sistem.

Yang lebih parah lagi, tidak punya sistem. Open posisi atas dasar iseng-iseng.

Lalu bagaimana solusinya?

Jika saya tanya, apa hasil yang ingin Anda capai dari trading?

Saya kira jawaban kebanyakan trader adalah “profit konsisten”.

Oke itu bagus, pertanyaannya selanjutnya adalah, bagaimana caranya supaya bisa profit konsisten?

Perhatikan jawaban sederhana ini, “gunakan sistem trading, dan KONSISTEN dengannya”.

Konsisten terhadap sistem = profit konsisten.

Tantu saja itu bisa terjadi jika dan hanya jika sistem Anda sudah teruji profitable.

Bagaimana membuat sistem trading yang profitable?

Tenang… Anda bisa membuatnya sendiri.

Dari pada membeli sistem trading orang lain, lebih baik buat sendiri, dan simpan uang Anda untuk deposit ketika sistem Anda sudah teruji dan terbukti profitable.

Cara membuat sistem trading yang teruji dan profitable akan kita bahas pada artikel selanjutnya.
Ada pendapat lain?

Silahkan tulis di kolom komentar.

Comments

Popular posts from this blog

Kesalahan fatal: ingin mendapatkan uang dengan cepat

Apa yang salah dengan ingin mendapatkan uang dengan cepat?Memang tidak ada yang salah, menghasilkan uang dengan cepat itu bagus, itu tujuan banyak orang, termasuk saya.Tapi jika itu diaplikasikan dalam trading forex spot, ini akan menjadi masalah.Biarkan saya memberi tahu kepada Anda mengapa itu bisa terjadi.Market forex tidak dapat dikendalikan oleh retai trader seperti Anda dan saya.Hei, ingat, kita ini retail trader, yang tidak dapat menggerakan market.Market akan bergerak sesuai hukum permintaan dan penawaran dalam jumlah besar, dan itu adalah pekerjaan para BigBoys.Sebagai retail trader, kita sebaiknya mengikuti apa yang dilakukan oleh bigboys. Itulah mengapa ada quote "follow the trend, trend is your friend".Trend diciptakan oleh institusi besar (bigboys) dengan transaksi dalam jumlah besar dan modal yang besar. Jadi merekalah yang menciptakan trend, kita ngikut saja.Lalu apa kaitannya dengan "mendapatkan uang dengan cepat?"Di bisnis lain, misalnya Anda berju…

Salah satu perbedaan mencolok antara trader pro dan newbie

"Saya memprediksi harga akan naik sampai level x.xxx"

Begitulah kebanyakan trader menganalisa.
Bukannya menjadi pedagang, malah menjadi peramal.
Saya pertama kali menyadari hal ini ketika membaca tulisan seorang master di sebuah forum trading. Ia adalah silent trader, nama samarannya adalah samibegood.
Saya yakin, untuk trader forex angkatan lama, pasti kenal dengan nama itu.
Ia mengatakan yang kurang lebih begini, salah satu perbedaan trader forex pro dan newbie adalah Reaktif dan Prediktif.
Trader forex pro cenderung reaktif, sendangkan newbie cenderung prediktif.
Maksudnya begini;
Raktif itu menganalisa dengan melihat apa adanya market, berdasarkan apa yang kita lihat.
Sedangkan prediktif itu menganalisa berdasarkan apa yang kita pikir, atau kita inginkan.
Jadi kalau trader pro itu, mereka menganalisa, tarik garis trend, channel, horizontal line, lalu mereka melihat apa yang dilakukan harga di sekitaran garis-garis atau indikator itu. Mereka bertindak berdasarkan apa yan…

Jangan investasikan uang ke dalam forex nya, tapi ke dalam sistem trading nya!

Banyak trader... entah forex, saham, komoditi, atau apa pun... mereka gagal mendapatkan imbal hasil atau keuntungan dari uang yang mereka investasikan atau mereka perdagangkan ke market.

Alasannya sederhana, mereka mempertaruhkan uang mereka.
Mereka berdagang tanpa sistem yang jelas.
Mereka membuka dan menutup posisi tanpa alasan yang jelas.
Jadi kegiatan trading mereka hanya berdasarkan emosi saja.
Pada januari 2020, hari dimana artikel ini ditulis, saya menemukan suatu prinsip sederhana yang akan menyelamatkan banyak newbie dari kekalahan di market.
Prinsip itu adalah "Investasikan uang mu kedalam sistem, bukan ke dalam market".
Sistem adalah sekumpulan standard operational procedure (SOP).
Sistem akan mengatur segalanya, dari mulai volume, open, close, hingga penjurnalan.
Sistem yang baik harus melalui uji coba pada demo account terlebih dahulu, hingga menghasilkan data yang konsisten.
Untuk lebih mudah memahaminya, mari kita lihat toko waralaba paling laris di indonesia…